30 November 2018

Bedo Iku Ojo di Paidu


Islam dalam bahasa arab yaitu salam, yang dimaknai damai. Islam itu damai, atau bisa dikatakan damai itu ya islam. Namun setelah wafatnya Rosulullah, yang dipermasalahkan pertama adalah soal ilmu kalam. Dari sanalah dimulainya kebebasan berpikir dan pemaksimalan akal untuk memahami Alquran dan sunah.  

Kita tau bahwa teks itu statis, namun realita itu dinamis. Dari jaman dulu sampai yaumul ahir, alquran akan tetap memiliki 30 juz, namun persoalan manusia akan semakin kompleks. Islam diharuskan bisa memberi solusi bagi keadaan yg sudah barang tentu tidak dijelaskan lagi dalam alquran dan sunah (secara tekstual). Dari sinilah mulainya perbedaan dalam memahami fiqh (kontekstual). 

Dijaman milenium ini banyak sekali aliran-aliran yang muncul dalam islam, ada yang tetap teguh menolak perkembangan iptek dengan membid’ahkan segala yang “baru”.Hp iku haram, sepedah motor iku bid’ah, ora ono nang jaman nabi. Ada juga yang yang kalau ngomong bid’ah harus fasyeh (pake ain bukan alif), ketika ditanya kenapa harus seperti itu, mereka menjawab setiap lafadz dalam huruf hijaiyah itu beda kata beda cara pengucapannya, alif dan ain itu beda artian, beda juga pemaknaannya. Jadi kalau alif dibaca ain atau sebaliknya maka haram. La kok dadi medeni ngene islam iki, katanya islam itu damai. 

Katanya sih.. kita kan tidak bisa menyamakan segala hal, Karena kita ini lahir dengan latar belakang yang beda... Beda akal beda pemikiran... Contoh dalam hal berjalan.. Jalannya rosul itu bagus, tegak sambil nunduk gitu, La kalau disamakan, seng pincang piye ? Seng dengklang pye ?

Bagaimana dengan orang yang lidahnya cadel (tidak bisa ngomong R dengan fasyeh) ??apakah dia berdoa karena tidak bisa mengucapkan lafadz ر (ro') dengan benar ?? contoh lain logat tiap daerah itu berbeda... Di daerah jawa barat, sulit bisa mengucapkan yakunu... Bisanya yakunu' (yakunuk) …Ya salah... Tapi jangan di haramkan... karena itu ada qiroah sab'a (pake ain bukan alif :v)... Ada yg wadduha.. Ada yg wadduhi...

Islam ini mudah.. dudu pye kudune, tapi pye enak e (Bukan bagaimana harusnya, Tapi bagaimana cocoknya).

Karena itu ada aliran madzhab... setiap madzhab itu beda. Tapi Allah mau kita beda. Bahkan suami istri kalau tidak beda kelamin tidak bisa punya keturunan.. Ada yg mencintai, ada yg di cintai kemudian di pertemukan menjadi saling mencintai. Itulah islam. bukan islamku,  bukan islammu,  tapi islam kita.
 Wallahua'lam Bishowab

Penulis: Bamz

Baca Juga :

kitakitu.id

2 komentar

Terimakasih admin telah berbagi ilmunya..

Sangat Bermanfaat dan menghibur... thank's

Komen dong
EmoticonEmoticon