30 November 2018

Iki Agomo, Opo Rombongan Ziaroh ?




Saya pernah bertanya kepada kepada dokter, “dok, dimanakah letak otak ?”. karena paham anatomi tubuh, dengan cepat dokter menjawab “letak otak ada dikepala”. Kemudian saya bertanya lagi “dimanakah letak akal ?“ dokter membutuhkan waktu yang cukup lama sampai ahirnya menjawab “saya tidak berhasil menemukan letak akal”. Saya melanjutkan “apa fungsi otak ? apa tugasnya otak ?”. kata dokter “mengirim perintah”. “apa fungsinya akal ?”. dokter menjawab “berpikir”.

Otak dan akal adalah dua hal yang berbeda, karena kalau cuma otak, binatang juga punya. Akal juga yang membedakan kita dengan makhluk lainnya. Perintah penggunaan akal sangat banyak dalam Alquran.

Dalam beragama kita mengenal istilah iman. Ya itu sering diartikan dengan percaya. Keimanan adalah sebuah proses, yang untuk mengawalinya dibutuhkan pemaksimalan akal dalam belajar, kemudian paham, barulah yakin. Dan yakin pun masih ada tingkatannya.
Ilmu yaqin : yakin karena paham dan menguasai teorinya
Ainul yakin : yakin karena telah merasakannya sendiri
Haqqul yaqin : yakin dengan keyakinan penuh karena sudah sering mendapatkan buktinya.

Dengan kata lain keimanan itu harus dengan pembuktian sendiri dan tidak boleh sekedar ikut-ikutan, sekedar ikut rombongan.. kata ustad ini begini, kata ustad itu begitu… tanpa kita tau dasar hukumnya. Tanpa kita mempelajari dalaliul ahkam dan mabadiul ahkam serta hikmah ditetapkannya suatu hukum. Kita perlu berpikir kritis dalam beragama, kita perlu memaksimalkan akal kita karena Allah sendiri melarang kita untuk melakukan sesuatu tanpa tahu dasarnya (QS al isra : 36)

Dalam beragama tidak boleh sekedar ikut rombongan tanpa tahu arahnya. Kita harus berpedoman pada Alquran dan sunah serta memahaminya dengan akal kritis kita. Berbeda itu wajar, yang penting tau dasarnya. 
Setiap manusia akan dimintai pertanggung jawabannya oleh Allah, dan kita tidak bisa beralasan “saya kan ikut kyai itu, saya kan percaya sama kyai itu jadi saya tidak perlu dasarnya”. La mbok piker iki agomo opo rombongan ziaroh. Karena yang ditanya nantinya adalah “dengan bekalak almu, bagaimana kamu bisa memutuskan melakukan hal itu dengan keyakinanmu ? ”mengapa kamu berbuat demikian, bagaimanakah kamu mengambil keputusan ? (QS yunus : 35)

wallahua’lambishowab

oleh: Bamz







Refrensi
Candra malik, sufi sehari-hari : akal
Agus mustofa, Salah kaprah dalam beragama islam, Padma press surabaya


Baca Juga :

kitakitu.id

Komen dong
EmoticonEmoticon