30 November 2018

Membunuh itu dibolehkan oleh logika



Mungkin agak ekstrem saat kita membahas tema yang satu ini. Tapi sepertinya memang perlu kita bahas bersama agar tidak ada unek-unek atau dalam bahasa jawa kreteke ati.

Kita semua sepakat bahwa membunuh itu haram. Semua agama di dunia ini juga melarang pembunuhan. Dan hukum di seluruh Negara juga melarang pembunuhan.
Namun pernahkah kita berpikir bahwa membunuh itu halal ???jika iya mungkin anda punya bakat psikopat. Hehehe (jaretonggo)

Pernahkah kita mendengar bahwa ada 3 takdir yang tidak dapat di ubah (jodoh, rezeki dan kematian). Salah satu yang tidak bisa di ubah adalah kematian. Kematian memang tidak dapat di ubah. Matinya seseorang tidak dapat di cegah oleh waktu ataupun kondisi. Jika kita tidak mampu mengubah kematian, lalu kenapa membunuh itu haram ?? padahal sang pembunuh juga tidak dapat mencegah nasibnya yang akan membunuh orang tersebut.

Contoh: si bejo ditakdirkan meninggal karena di bunuh oleh temannya sendiri yaitu si tego.
Kita mungkin setuju kalau kematian si bejo adalah takdir. 
Tapi sek talah… 
Apakah kita juga setuju, tindakan pembunuhan oleh si tego juga takdir ?? apakah si tego juga bersalah membunuh si bejo yang mana merupakan takdir yang tidak bisa di hindarinya ???
Ataukah sebenarnya semua takdir bisa di ubah ?? atau bagaimana ???
Duh ngelundiasku

Pertama kita harus tau dulu, apa sih takdir itu…
Takdir adalah hasil, perpaduan antara qodlo’ dan qodar
La terus qodlo’ karo qodar iku opo ?
Qodlo adalah usaha. Sedangkan qadar adalah ketetapan awal berupa kapasitas
Jadi bisa disimpulkan takdir adalah hasil dari kapasitas yang kita usahakan dengan sekuat tenaga.
(NB: pengertian iku mau jarene AGUS MUSTOFA, penulis handal dan terpercaya, dudu jareku)

Jika kita sudah sepakat bahwa kematian adalah TAKDIR maka kejadian pembunuhan seperti ilustrasi diatas memang sudah SEHARUSNYA TERJADI tanpa bisa dihindari karena memang sudah TAKDIRNYA. 
Lalu apakah si ego yang merupakan pembunuh berdosa ? bukankah membunuh si bejo adalah takdir yang tidak bisa dihindari oleh tego ? bisa dikatakan itu juga termasuk perbuatan dosa.
Kenapa demikian ? Jika kita logikakan, matinya bejo merupakan qodar, sedangkan usaha membunuh oleh tego adalah qodlo’
Jadi kematian si bejo tidak akan menjadi takdir jika tidak adanya usaha untuk membunuh (qodlo’). Karena takdir adalah perpaduan antara kapasitas dengan usaha.
Nah… dalam agama, apapun perbuatan kita akan dipertanggung jawabkan. Dadi ojo sok2an mateni wong terus nyalahno takdir

Benarkah demikian?
Sebelum menjawab, tenangno sek pikirmuseng suantae sayang
Jika punya pendapat lain silahkan tulis dikolom komentar… 
karena berpendapat adalah kebebasan yang perlu di usahakan :v
monggo... 


Penulis: Bamz 

Baca Juga :

kitakitu.id

2 komentar

Komen dong
EmoticonEmoticon