05 December 2018

Dapet Rezeki Auto Jadi Anak Sholeh


Sebagai kaum milenial, kita pasti tidak asing lagi dengan media sosial. Baik WA, instagram, fesbukk, atau yang lainnya. Nah.. prilaku orang2 yang ada di sosial media terkesan sangat fenomenal. Salah satunya adalah uploud foto makanan dengan caption “Alhamdulillah rezeki anak sholeh”
Pertanyaannya adalah, apakah yang mendapatkan rezeki hanya anak sholeh ???
Apakah kalau mendapat rezeki brarti termasuk anak sholeh ???
Apakah memang benar syarat menjadi anak sholeh adalah mendapatkan rezeki ??
Hahah tidak semudah itu ferguso :v

Sebelum kita memperdebatkan tentang hubungan sholeh dengan rezeki
Mari kita pahami terlebih dulu pengertian anak sholeh (Anak sholeh yang dimaksud bukan anak dari sholeh loh)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Raya, sholeh (bentuk bakunya : saleh) adalah taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah.
Jadi anak sholeh adalah anak yang taat menjalankan perintah agama dengan sungguh-sungguh (dudu settingan)

Lalu taat seperti apa yang dimaksud???
Apakah syetan yang mentaati perintah Allah untuk menggoda manusia disebut taat ??
Kalau iya, kenapa syetan ahirnya masuk neraka ???
Padahal syetan sangat bersungguh-sungguh menjalani takdirnya untuk menggoda umat manusia ??

Hahaha sek talah
Taat yang dimaksud adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.
Perintah apa dan larangan yang bagaimana ???
Perintah dan larangan tersebut adalah yang termuat dalam firmannya (Alquran) sebagai petunjuk bagi umat manusia untuk menjalani kehidupan. Perintah tersebut selalu menuju pada kebaikan, bukan keburukan. Jadi kalau ada perintah yang menuju pada keburukan, maka bisa dipastikan itu bukan perintah, melainkan larangan.
Untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah pun tergantung pada kadar keimanan kita. Kadang ada yang merasa mudah (seperti bangun tidur di siang hari) ada juga yang merasa sulit (seperti menikung sebuah hubungan yang sedang hangat-hangatnya).
Kita bisa mudah digoda karena kadar keimanan kita yang kurang tebal.
Nah.. oleh sebab itu kalau kita ahirnya melakukan sebuah dosa, maka jangan salahkan syetan yang menggoda kita, kitanya ajah yang mudah di goda… (dasar murahan :v)

Lalu…
Bagaimana caranya meningkatkan kadar keimanan kita ??
Bagaimana caranya mengupgradenya ???

Salah satunya adalah menghindari perbuatan dosa
Hal yang paling sederhana adalah menghentikan membuat caption “rezeki anak sholeh”
Kenapa demikian ??
Dengan mengatakan hal tersebut, secara tidak langsung kita mengatakan ke publik bahwa kita adalah anak sholeh
Bukankah itu termasuk perbuatan yang sombong ???

Masih tidak percaya ?
Oke tak dalil i awakmu
“apabila sesorang memuji dirinya sendiri, maka hilanglah cahaya dari hatinya”
(HR. Imam Malik)

Hahaha
Jadi gimana, masihkan anda ingin bikin caption “rezeki anak sholeh” ???
Mbok yo seng liyane ngunu lo, copas nang google lo akeh

Oke jika artikel ini bermanfaat silahkan dishare
Dan jika anda merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan silahkan tinggalkan dikolom komentar

Satos rongatos ora popo, seng penting mboten isine salak lak kulit e kacang


Penulis: Bamz

Baca Juga :

kitakitu.id

Komen dong
EmoticonEmoticon