23 December 2018

Yang Mengganggu adalah Anjing, dan Anjing Harus Dimakan dengan Sayur Kol



Slamat sore wajah-wajah kelabu, yang selalu berdebu meski sudah berwudlu :v
Apa kabar anak jaman now, sudah kah kalian makan daging ANJING dengan sayur kol ??

Beberapa minggu ini ANJING menjadi viral berkat usaha dan jerih payah sayur kol
Hahay berbicara tentang anjing, kali ini kita akan membahas pribahasa yang berhubungan dengan ANJING (maap capslok jebol)

Pribahasa yang biasa digunakan dan bahkan disalah gunakan. “biarkan ANJING menggonggong”. Pribahasa tersebut dalam tafsiran penulis memiliki artian membiarkan orang lain berkata apapun tentang kita. Padahal bisa saja orang tersebut hanya ingin memberikan saran kepada kita agar lebih baik lagi. Kenapa kita menganggap orang yang ingin memberikan saran dengan sebutan “ANJING” ? kenapa hee kenapaa ??

Bahkan gara-gara prinsip ini, sampai-sampai menginspirasi beberapa orang. Ada sebuah grup band yang membuat lagu. Ada tuh lagunya, “biarlah orang berkata apa, yang penting aku bahagia… uwoo uwoooo”. Ada juga penyablon kaos (bukan kaos partai) juga terinspirasi dengan quote legend ini, sampai tulisan dikaosnya kira-kira begini “lamongan keras lur, aku seng polah, tonggo seng ceramah

Semudah itukah kita mengANJINGkan orang lain ??
Jika quote legend ini sampai dikembangbiakkan, mungkin beginilah ilustrasinya:

Sebut saja “pukon” (bukan nama selingkuhan). Pukon adalah orang yang ahli ibadah dengan segala gelar sarjananya. Pukon tinggal bersama dua temannya yang hatinya kotor (terlalu lama tidak berpenghuni alias jomblo).
Suatu malam pukon bersama dua temannya menghabiskan masa mudanya dengan begadang, walaupun dari kecil mereka tidak pernah bercita-cita untuk bisa begadang, tapi begadang ini merupakan kegiatan keseharian yang mereka lakukan.
Walau tiada artinya, walau tiada perlunya, mereka tetap begadang…

Ketika shubuh berkumandang, dua temannya tersebut pun malah tidur. Pukon yang merupakan lulusan agama, mencoba mempraktekkan gelar sarjananya. Dua temannya tersebut pun dibangunkan untuk sholat shubuh.
Yah karena kedua temannya ini hatinya kotor (bukan makna yg sebenarnya), dan sangat berpegang teguh dengan prinsipnya “yang mengganggu adalah ANJING, dan ANJING harus dimasak dengan sayur kol” :v
Nah bisa ditebak bagaimana respon kedua teman pukon ini ketika sedang tertidur dengan sungguh-sungguh dan dibangunkan…
Yah benar sekali. Terjadi kisruh besar-besaran seperti di PSSI :v

Nah poin saya disini adalah Jika kita menjadi teman seorang pukon, yang mana kondisinya kita lagi enak tidur dan ada yang membangunkan, bolehkah kita tetap tidur dan berkata “ah, biarkan ANJING menggonggong” ???
Bukankah keren sekali saat ada orang yang mencoba memberikan nasihat kepada kita, malah kita menganggapnya anjing. Yang dalam bahasa sehari-hari, kata anjing adalah kata-kata kotor. Subhanallah, mulia sekali orang yang beranggapan demikian :v
Apakah prinsip seperti ini kita anggap sebagai prinsip yang perlu di jalankan ?

Wallahua’lam bisshowab







Penulis: Bamz

kitakitu.id

Komen dong
EmoticonEmoticon