17 June 2019

SALAH JURUSAN ADALAH SOLUSI MASA DEPAN


Slamat pagi sahabat yang hobinya jihad :v
Masih sehat-sehat saja kan ?

Oke, pada kesempatan kali ini, admin pengen menyampaikan kretek e ati, tentang salah satu sambatan dalam kehidupan. Seperti yang kita tau, Semakin bertambahnya usia, masalah dalam hidup akan semakin berbobot. Salah satu masalah yang timbul adalah tentang pilihan.
“Pilihan” menjadi sangat krusial di kalangan para orang (yang di anggap) dewasa. Ini bukan karena mereka memikirkan masa depan. Hanya saja, berbeda dengan mulut atau mata. Telinga adalah alat indra yang tak bisa di tutup secara otomatis. Sehingga “cocote tonggo” selalu menggema pada mereka everywhere, everytime.
“lo jaman modern kok gak kuliah”
“kok kuliahnya di swasta”
“teman kamu pas SMA dulu kok sudah wisuda, kamu kapan”
“loh mana gandengannya, kok sama orang tua ajah, ini wisuda bukan ngambil rapot”
“tetanggaku dulu gak kuliah sekarang jadi bos, kamu udah sarjana sekarang kerja apa”
“buku nikah mau habis lo, kamu kapan nikah”
“udah nikah sebulan, masih berdua saja, kapan punya anak”

Tidak hanya orang dewasa, para adek-adek yang baru lulus SMA juga pasti akan di bingungkan dengan pilihan..
Mau lanjut kuliah atau kerja ?
Mau nikah dulu atau kawin dulu ???
Mau kuliah dimanaaa ???
Mau milih jurusan ini atau itu ??

“pilihan” memang menjadi momok menakutkan. Dari usia muda sampai usia tua. Dari mulai cabe-cabean sampai terong-terongan.

Dalam kaitannya dengan pilihan, Salah satu yang ditakutkan oleh calon mahasiswa baru adalah “salah jurusan”. Karena alasan tersebutlah banyak story “sambat” yang berserakan dimana-mana. Takut kalau sampai memilih jurusan yang tidak sesuai passion. Menurut “Education Psychologist” dari Development Flexibility (IDF), sebanyak 87% mahasiswa di Indonesia merasa salah jurusan.
Namun, Jika tujuan kuliah adalah mempelajari hal baru, kenapa harus takut “salah jurusan” ? bukannya apapun jurusannya, kita akan tetap blajar hal baru ???
Uwoo uwooooo
Oke kalem bray

Pertama, perlu diketahui bahwa kuliah memang tidak seindah film romans… Buanyak tugas, begadang setiap hari, revisi setiap saat, dan mie instan menjadi teman ahir bulan…
Jadi sebelumnya sudah admin ingetin dulu, kalau kuliah itu tidak enak…

Kedua, kita harus tau dulu bahwa kuliah adalah mencari ilmu.
Nah, logikanya, orang yang mencari ilmu adalah orang yang belum punya ilmu. Karena itu jika kita belajar dan kita tidak bisa, ya wajar dong, namanya juga belajar. Kalau kita baru masuk kuliah dan merasa kurang menguasai beberapa mata kuliah ya wajar dong.
Ibarat belajar naik sepedah, kalau jatuh ya wajar dong, Gak mungkin sekali coba langsung bisa

Namun pasti ada-ada saja kelakuan di Negara berflower
Saat mahasiswa tidak bisa menguasai jurusan yang di pilihnya, maka dengan santae mereka akan mengatakan “salah jurusan”
“ini bukan passion saya”
“saya tidak pernah berniat masuk jurusan ini”

Hmmmmm

Sebenarnya jika kalian merasa salah jurusan, maka kalian harus bersyukur…
Iyaow.. bersyukurlah…
karena salah jurusan adalah sebuah solusi untuk menghadapi masa depan

Oke kita contohkan
Sebut saja bambang, dia adalah siswa yang sangat menguasai bahasa arab. Ketika kuliah, dia mengambil jurusan bahasa arab. Hasilnya bambang menjadi sarjana yang sangat menguasai bahasa arab (saja).
Selanjutnya sebut saja bimbang. Dia adalah kembarannya bambang yang juga sangat menguasai bahasa arab, namun ketika kuliah dia mengambil jurusan olahraga. Dan hasilnya si bimbang menjadi sarjana olahraga yang jago bahasa arab.
Dalam contoh tersebut bisa kita jabarkan, Kalau kita hebat dalam satu bidang dan hanya mengambil jurusan yang kita kuasai, maka kita hanya punya satu kehebatan saja dong. Mestinya jika kita sudah hebat dalam satu bidang, kita harus belajar bidang lain (yang kita minati) agar kita punya lebih dari satu senjata untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Memang sih tidak ada salahnya mempertajam suatu ilmu, Namun perlu sampean ketahui, Di jaman ini sudah tidak dibutuhkan lagi siapa yang paling hebat, Jaman ini akan di kuasai oleh yang paling beda. Ada peribahasa dari Zimbabwe “butuh lebih dari sekedar mutiara untuk membuat sebuah kalung”.

Umpamanya sebuah perusahaan membutuhkan seorang karyawan IT, tentunya semua sarjana IT akan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Nah masalahnya, kalau kita sarjana IT dan hanya menguasai IT, maka apa bedanya kita dengan pelamar pekerjaan yang lain ? kita perlu menjadi yang paling beda agar bisa menarik perhatian dan di terima di pekerjaan tersebut.

Pandji pragiwaksono pernah mengatakan “sedikit lebih beda, lebih baik, daripada sedikit lebih baik”.
Ingatkah sampean dengan gangnam style ?? Apakah dia terkenal karena pinter joget ?? Tentu saja tidak dong… Disaat orang korea lainnya belajar joget ala K-Pop serta berbau plastik :v Tiba-tiba ada orang gendut, pake kacamata dan joget dengan abstrak. Dan benar saja, dia menjadi terkenal. Bukan karena dia paling hebat tapi karena dia beda…

Poin saya disini adalah sebenarnya “salah jurusan” itu tidak ada… anggapan salah jurusan hanyalah sebuah keputusasaan dari orang yang kurang mau belajar lebih dari biasanya. Kalaupun kita merasa salah jurusan, maka itu justru solusi bagi masa depan anda…
Yang perlu di garis bawahi adalah jangan memilih jurusan karena kamu bisa, tapi pilihlah jurusan karena kamu ingin..
Apapun pilihanmu, sebenarnya tidak ada yang salah dari sebuah pilihan, hanya hatimu yang perlu di mantabkan

Slalu husnudzon dan nikmati saja….
Slamat mencoba :)

kitakitu.id

2 komentar

Komen dong
EmoticonEmoticon