09 August 2019

JANGAN LUPA PAKAI SERAGAM !!!





Indonesia terlalu berwarna untuk dijadikan seragam

Kitakitu.id-
Kira-kira apa tujuan kita memakai seragam di sekolah ? kalau kita Tanya kepada praktisi pendidikan, maka jawabannya pasti untuk kesetaraan. Makanya disebutnya biar seragam, biar sama rata.
Dalam pandangan umum, seragam memang bertujuan untuk menghapus perbedaan “kelas” diantara para siswanya. Sehingga kita tidak akan menemukan orang kaya di sekolah memakai mahkota emas, atau baju dengan kancing berlian. Yah kita tidak akan menemukan orang kaya yang “terlihat” pamer kayak (amet njeh) mas atta halilintar :v
……………………
Begitukah ??? Mari coba kita lihat dengan sudut pandang yang berbeda.
……………………
Di sekolah, semua siswanya akan kelihatan sama (secara fisik), baik kaya ataupun miskin, sama-sama memakai seragam yang sama.
Tapi kalau dipikir kembali, kenapa sih kita harus sama ? sehingga harus “beli” seragam yang sama. kalau fungsinya adalah memisahkan mana yang kaya dan mana yang miskin, kok agaknya masih terlihat jelas yah mana yang kaya dan mana yang miskin.
Ya gimana yah, dulu pas sekolah juga saya tau kok mana temen yang kuayaa 7 turunan, dan mana yang sauangat sederahana.
“Lah bagaimana bisa tau” ? bukankah dengan memakai seragam membuat “kelas” diantara kita menjadi tidak ada ?
Masalahnya yang dibuat seragam kan cuma baju, celana, topi dan dasi saja. yang lainnya tidakk. Seperti contoh sepatu. Dari melihat sepatu saja pasti sudah kelihatan kok siapa yang paling kaya diantara kita :v
Kalau dijaman saya, sangat mudah sekalii menentukan kelas sosial dari sepatu yang di pake. Kalau yang memakai sepatu futsal, itu udah kaya. Btw di jaman saya SD sampai SMP, kalau kita pake sepatu futsal ke sekolah udah sangat hypebeast. Kalau sekarang sih pake sepatu futsal ke sekolah jadi aneh.
Nah beda dengan yang hidupnya suangat sederhana, sepatunya pasti itu-itu saja. Dari awal masuk sampai lulus sekolah. Bahkan sampai bolong-bolong tetap dipake, edyann tenann.
Sekedar nostalgia, dulu pas saya sekolah ada sepatu legend, merknya rieker warna hitam (gak ada warna lain). Nah, sepatu ini menjadi primadona semua pihak. Selain karena harganya murah, sepatu tersebut sangatlah awet (kayak hubungan kamu sama dia :v) dan karena bentuknya ideal, sepatu ini juga sangat multifungsi. bisa di pakai kapan saja. baik untuk sekolah, futsal, jogging atau bahkan untuk kentjan.
Tanpa si kaya mengatakan dirinya kaya. Dengan memakai sepatu “glow in the dark” pun pasti sudah kelihatan kok.
………………….
“Loh tapi sekolah saya dulu sepatunya juga harus sama”.
Ok lah kalau sekolah Negeri sepatu juga harus sama. Harus warnanya hitam semua biar seragam. Namun, tau kah anda, “kasta” di antara mereka masih terlihat jelas kok. Misal ketika pergi ke kantin, bakal ketahuan kok siapa yang beli nasi dengan lauk paling komplit. Bakal ketahuan kok siapa yang makan 4 sehat 5 sempurna. Bakal ketahuan kok yang cuma pesen gorengan (Itupun pesen lima bayarnya dua),  atau biasanya bawa bekal dari rumah, bahkan ada juga yang tidak pergi ke kantin.
……………………
Ok lah anggap saja sekolah menyadari hal itu dan sebagian sekolah ada yang tiap anak dapet jatah makan siang. Sehingga makanan yang mereka makan adalah sama. Yaps, sama rata sama rasa.
Apakah dengan begitu bisa menutupi “kasta” sosial mereka ? oh saya rasa tidak. Tetap saja pas pulang sekolah, kita akan tau siapa yang dijemput dengan mobil, siapa yang dijemput naik motor, siapa yang naik angkot, siapa yang naik sepeda pancal atau siapa yang jalan kaki sampai sukses :v
Entah bagaimanapun kelas sosial pasti akan terlihat kok. Yang anak kaya tetep bisa mengekspresikan kekayaan yang mereka miliki dengan berbagai hal di hadapan anak-anak lainnya. Dan itu tidak salah kok, kan memang mereka kaya. Gak mungkin dong kita maksain orang kaya untuk pura-pura tidak kaya.
Kalaupun ahirnya semuanya di buat sama. di asramakan deh misalnya. Di buat kumpul jadi satu gitu. Tetap saja kok kita masih bisa mengetahui mana yang kaya, mana yang miskin. Dengan cara apa ? dengan seragamnya itu sendiri :v
Misal nih seragam putih. Tidak semua seragam putih itu warna putihnya sama. Ada yang putihnya kinclong, entah pake pemutih atau memang beli baru tiap hari. Ada yang putihnya kekuning-kuningan. atau ada yang ukuran bajunya longgar karena baju warisan kakaknya untuk menghemat pengeluaran keluarga. Tidak semua bahan kainya juga sama. Ada yang tipis, ada juga yang gampang kusut.
…………..
Karena itu fungsi seragam untuk menghapus kelas sepertinya tidak berguna. Memang sih tidak semua orang kaya akan memakai baju yang terbaik dan si miskin memakai baju kusam.  Tapi sebagian besar demikian. Ini memang bukan masalah besar sih bagi dunia pendidikan, khususnya pendidikan formal (sekolah). Hanya saja kok sepertinya unek-unek kayak gini juga harus disampaikan. Karena membeli seragam bagi si miskin adalah sebuah “musibah” tersendiri bagi mereka. Apalagi tujuan membeli seragan itu tidak jelas.
…………….
Bukankah tidak memakai seragam juga termasuk berseragam dengan cara yang beragam :v (agak filosofis nih kwkwk). Yah tidak seragam adalah seragam kami.
……………
Yang perlu di kaji ulang adalah kenapa sekolah seolah menutupi realita bahwa kenyataannya di dunia ini emang ada orang kaya dan orang miskin. Memang ada keberagaman di dunia ini. kenapa harus menutupi fakta yang ada ? Kenapa tidak diperkenalkan saja dari awal agar kita mengenal perbedaan ???

kitakitu.id

1 komentar

Menarik. Dari awal udah maksain untuk 'berseragam' efek panjangnya ya gini debat politik sampe ributnya ga selesai2 kwkwkk :v

Komen dong
EmoticonEmoticon