25 September 2019

Bukankah Ganja Hanyalah Tanaman ?


Tidak ada ciptaan Tuhan yang sia-sia termasuk ganja


Ganja merupakan jenis tanaman cannabis asli Indonesia, khususnya wilayah Aceh. Meskipun ganja tumbuh subur di Indonesia, tanaman ini bisa mempengaruhi tubuh dan pikiran anda saat masuk ke dalam tubuh.

Tanaman ini menurut sekelompok orang (pejuang legalitas ganja) memiliki banyak manfaat di bidang industri dan medis. Sedangkan menurut pemerintah, dalam hal ini adalah BNN, tanaman ini termasuk dalam kategori Narkotika jenis 1 alias sangat berbahaya, serta pelakunya dapat dikenai pidana maksimal hukuman mati. Dengan polemik tersebut saya sendiri merasa dilema, di satu sisi dikatakan ganja itu berbahaya, di sisi lain juga dikatakan bahwa ganja memiliki buanyak manfaat dalam berbagai bidang, khususnya medis.

Fidelis Ari Sudarwoto seorang PNS terancam hukuman mati karena menanam ganja di kebun rumahnya yang digunakan untuk perawatan istrinya yang menderita penyakit di sumsum tulang belakang. Setelah fidelis di tangkap, istrinya pun meninggal dunia.

Dalam kasus Fidelis, Ryu Hasan, seorang dokter bedah syaraf mengatakan bahwa penyakit Syringomyelia yang diderita istri Fidelis tidak bisa disembuhkan oleh ganja. Itu hanya meringankan sakit tanpa mengobati sumber penyakit.

Meskipun Fidelis menanam ganja karena tidak memiliki cukup biaya, serta hanya untuk perawatan istrinya tanpa diedarkan secara umum, Kepala BNN (Budi Waseso) menilai tindakan menanam ganja yang dilakukan Fidelis tidak bisa ditoleransi dan tidak ada pengampunan walau mengaku ganja itu semata-mata untuk pengobatan istrinya. Beliau menekankan bahwa klaim ganja bisa menyembuhkan penyakit masih harus dibuktikan.

Namun saya kok agaknya merasa aneh, karena jika memang perlu dibuktikan, lalu kenapa bukan pemerintah sendiri yang melakukan penelitian lebih lanjut tentang ganja ??? 

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa biaya penelitian ganja terlalu besar dan masih banyak hal lain untuk diteliti dibanding ganja.

Kalau kita mau membuka mata, faktanya sampai saat ini ganja sedang ramai diteliti di seluruh dunia. Thailand menjadi Negara Asean pertama yang melegalkan ganja untuk medis dan IPTEK. Bahkan dalam penelitian di salah satu Universitas Thailand menyatakan bahwa ekstrak ganja dapat mengobati kanker dan paru-paru. Negara lainnya seperti Malaysia, China dan Thailand juga mulai mengembangkan ganja sebagai medis dan IPTEK.

Ada ratusan riset ilmiah dari berbagai perguruan tinggi internasional yang menyebutkan tanaman ganja memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan obat-obatan. Hal tersebut mungkin membuka mata beberapa orang di Negeri ini. Salah satunya adalah LGN atau Lingkar Ganja Nusantara.
LGN merupakan gerakan untuk mendorong legalisasi ganja di Tanah Air. Mereka ingin membongkar mitos dampak negatif ganja. Bersama Yayasan Sativa Nusantara (YSN), mereka melakukan riset-riset ilmiah tentang tanaman ini.

Tanaman ganja memiliki banyak manfaat dan kegunaan yang sudah menjadi tradisi bangsa Nusantara sejak dulu kala, seperti untuk obat diabetes, bumbu masakan, bahkan ritual keagamaan.
Di Aceh misalnya, ganja disana ditanam secara organik dan mempunyai banyak manfaat, salah satunya digunakan untuk obat kencing manis menggunakan air rebusan akar ganja dan telah di uji untuk pengobatan pasiennya di Sulawesi.



Prof Dr. Musri Musman (peneliti dari Universitas Syiah Kuala, Banda Acah), dalam penelitiannya juga mengungkapkan bahwa ganja bisa menyeimbangkan gula darah, sehingga bisa mengobati penyakit diabetes.

Setiap tahun, penderita penyakit diabetes di Indonesia meningkat. Ganja bisa menjadi alternatif obat untuk penyakit diabetes yang murah dan mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Sebab ganja bukan tanaman manja yang harus selalu disiram dan dirawat. Ia bisa tumbuh secara liar. Karenanya, kalau ganja dilegalkan, setiap warga bisa menanam di rumahnya masing-masing untuk kegunaan obat.

Jika melihat berbagai fakta tentang manfaat ganja, lalu kenapa ganja masih ilegal di Indonesia ?

  1. Jika ganja legal maka semua orang pasti menanam ganja di halaman rumahnya masing-masing karena tanaman ini mudah tumbuh di Indonesia. Ahirnya perusahaan farmasi/apotek akan tersaingi, dan produknya terancam tidak laku. Harga obat-obatan kimia produksi industri farmasi asing 10 kali lipat lebih mahal dibandingkan obat hasil tanaman ganja. Karenanya, jika obat dari ganja dilegalkan, bisnis industri farmasi asing terancam. Dalam penelitian yang dilakukan oleh LGN maupun YSN, mereka mengaku bahwa salah satu kendala dalam riset ganja itu adalah berbenturan dengan kepentingan besar perusahaan farmasi.
  2. Monopoli perdagangan. Selain dapat untung kerja sama dengan perusahaan farmasi yang tidak ada sainganya, ini juga bisa menjadi sarang jual beli ilegal dipasar gelap dengan keuntungan yang luar biasa, karena seperti yang kita ketahui bahwa jika sesuatu yang dilarang maka harganya pasti mahal.


     
Jadi saya rasa wacana yang sangat memojokan tanaman ganja pada dasarnya dalam rangka menutupi bisnis segelintir orang. Sama halnya dengan rokok. Produk-produk rokok selalu dipojokkan, padahal asap yang paling berbahaya adalah asap kendaraan bermotor dan asap pabrik industri. Lalu kenapa rokok yang diserang ? kenapa juga ketika ada orang yang di diagnosa menderita penyakit paru-paru maka pertanyaan pertama adalah “apakah anda merokok ?” bukankah penyebab penyakit paru-paru tidak hanya karena asap rokok ? kenapa asap yang lainnya tidak disalahkan ?

“Tapi bukannya ganja itu memabukkan ? kalau kita mengkonsumsinya akan kecanduan dan merusak tubuh kita ?”

Terlepas dari berbagai kontroversi yang ada, saya ingin mengatakan bahwa segala sesuatu termasuk ganja itu baik, namun jika berlebihan akan tidak baik, sama halnya dengan makan sate, jika dengan porsinya itu baik, tapi jika berlebihan akan menjadi tidak baik. Intinya tergantung dosisnya boskuu. Karena harus diakui bahwa tidak ada yang dapat menyebabkan kerusakan atau kecanduan pada masyarakat jika digunakan di bawah pengawasan dokter.



*diolah dari analisis Lingkar Ganja Nusantara dan pemikiran Afrizal Priyo Adi

kitakitu.id

Komen dong
EmoticonEmoticon