13 September 2019

Merombak Dunia dengan Karya



~The Journey in Gunungkidul (SDN PATUK 2)
 
Safari Inspirasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan motivasi kepada siswa-siswi di daerah terpencil, sehingga tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan dan memajukan Indonesia menjadi garis manis katulistiwa.
Mengajar mungkin bukan cita-cita saya sejak kecil, namun waktu mengajarkan saya bahwa profesi yang paling mulia adalah guru. Guru dalam bahasa jawa biasa di singkat di gugu lan di tiru ini adalah tonggak bangsa dalam mempertajam kekuatan di bidang pengetahuan.
Perlu direnungkan, kekurangan pendidikan Indonesia adalah terlalu mengagungkan standarisasi, kita tahu bahwa setiap daerah memiliki potensi masing-masing, namun setiap daerah harus bisa menguasai bidang yang ditentukan. Ibarat hewan yang punya kemampuan masing-masing. Monyet dengan memanjat pohon, ikan dengan berenang. Namun akan sangat lucu jika harus menilai ikan dari caranya memanjat pohon. Hal tersebut membuat anak-anak sulit untuk mencoba hal baru karena takut salah dan takut mengakui kesalahan.
Di beberapa daerah ada yang memiliki kekurangan tenaga pengajar, ada juga yang kekurangan insfrastruktur. Seperti halnya pada Safari Inspirasi yang kami adakan di SDN Patuk 2 Gunungkidul. Disana murid-muridnya sangat bersemangat untuk belajar, namun kondisi lingkungan kurang mendukung.
Bersamaan dengan fajar, kami pun tiba di lokasi yang menjadi surga dalam belajar bagi anak-anak sekitar sana. Lingkungan pedesaan serta kepingan semangat dari anak-anak mengantarkan kami membuka acara dengan penuh gairah.
Percikan semangat dari anak-anak di sana membuat kami kenyang dengan sarapan dari senyuman mereka, yang di lengkapi dengan lauk pauk berupa cita-cita yang mulia dari beberapa murid di sana. Salah satunya najwa, yang ingin menjadi guru agar bisa mengajar orang-orang yang kurang mampu. Hmmm mulia sekali cita-cita dari anak polos ini.
Sebelum penyebutan cita-cita, ada adu yel-yel dari masing-masing kelompok serta dongeng yang di bawakan oleh perwakilan dari kami. Hanya setengah hari kami mengabdi, acara singkat tersebut sepertinya bisa menggoyang semangat berpendidikan adik-adik di sana.
Misi kami saat itu sesuai dengan tema yang kami bawakan, yaitu satu kata membuka cakrawala. Kami berusaha membukakan cakrawala, membuka dinding-dinding batasan dan melampauinya.
Kami sadar, kami hanya mahasiswa yang masih belajar, namun setitik pengetahuan yang kami bawa, setidaknya bisa menunjukan gerbang cakrawala bagi adik-adik di Gunungkidul. Bagi kami, mereka adalah tunas bangsa yang layak diberikan semangat membaca, agar bisa merombak dunia dengan karya.
Jayalah Indonesiaku, Tanah airku tidak kulupakan.

kitakitu.id

Komen dong
EmoticonEmoticon